EUPHORIA PIALA DUNIA DAN MASALAH PALESTINA

Oleh : Tomi Wardana

Akhir-akhir ini, euphoria piala dunia yang tengah berlangsung di Afrika sana memang sangat terasa dimana-mana. Mulai dari yang tua, muda, pria, wanita, pokoknya yang gila bola rela begadang demi menonton piala dunia. Namun ditengah euphoria piala dunia, teriakan, jeritan, dan erangan saudara muslimnya di Palestina sana mulai terlupa. Semuanya rela begadang untuk piala dunia, namun sangat berat dan enggan melantunkan seuntai do’a di tengah sunyinya malam untuk saudaranya di Palestina.

Sudah diketahui bersama bahwa Tragedi Palestina selalu berulang, termasuk pembantaian besar-besaran oleh institusi Yahudi sekitar dua tahun lalu yang menewaskan ribuan Muslim Palestina, hal yang sama juga mengemuka. Banyak dari umat Islam yang tidak sadar, bahwa akar persoalan Palestina sejak Yahudi menjajah Palestina tahun 1948 hingga hari ini sesungguhnya bersinggungan paling tidak dengan dua aspek yaitu aspek akidah/syariah Islam dan politik.

Dalam pandangan Islam, Tanah Palestina adalah tanah milik kaum Muslim. Di tanah ini berdiri al-Quds, yang merupakan lambang kebesaran umat ini, dan ia menempati posisi yang sangat mulia di mata kaum Muslim. Beberapa keutamaan dan sejarah penting yang dimiliki al-Quds diantaranya adalah tanah wahyu dan kenabian kemudaian Al Quds adalah Tanah kiblat pertamaserta merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam dan satu dari tiga masjid yang direkomendasikan Nabi SAW untuk dikunjungi.

Aspek politik dari isu Palestina ini tidak bisa dilepaskan dari zionisme dan imperialisme Barat. Zionisme adalah gerakan orang-orang Yahudi untuk mendirikan negara khusus bagi komunitas mereka di Palestina. Theodore Hertzl merupakan tokoh kunci yang mencetuskan ide pembentukan negara tersebut. Ia menyusun doktrin Zionismenya dalam bukunya berjudul Der Judenstaad’ (The Jewish State). Secara nyata, gerakan ini didukung oleh tokoh-tokoh Yahudi yang hadir dalam kongres pertama Yahudi Internasional di Basel (Swiss) tahun 1895. Kongres tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang, mewakili 50 organisasi zionis yang terpencar di seluruh dunia.

Sebagai gerakan politik, zionisme tentu membutuhkan kendaraan politik. Zionisme lalu menjadikan Kapitalisme–yang berjaya dengan imperialismenya–sebagai kendaraan politiknya. Zionisme ternyata berhasil menuai berbagai keuntungan politis berkat dukungan imperialisme Barat sejak dimulainya imperialisme (penjajahan) tersebut hingga saat ini.

Hubungan zionisme dengan imperialisme AS sangat erat, hal ini dapat dilihat dari sikap para presiden AS yang selalu membela negara zionis tersebut, walaupun nyata-nyata telah melanggar HAM dan Hukum Internasional. Sikap resmi pemerintah AS terhadap Israel dari dulu hingga kini tak pernah berubah. Wajar jika berbagai kebijakan politik yang kotor dan kejam yang ditempuh Israel di Timur Tengah akan selalu mendapatkan dukungan dari AS. Karena itu, baik zionis maupun imperialis seperti AS sesungguhnya telah menjalin hubungan mesra

Kaum Muslim harus sadar bahwa akar masalah Palestina adalah keberadaan negara Israel yang berdiri di atas tanah milik kaum Muslim yang telah mereka rampok. Jadi solusinya jelas, yaitu memobilisasi tentara negeri-negeri Islam untuk menghancurkan negara Israel dan mengusir Yahudi dari tanah Palestina. Sayangnya solusi ini tidak dapat dilakukan selama kaum Muslim terpecah belah dan dipimpin oleh pemimpin yang tuduk di bawah hegemoni Barat.

Karena itu, saatnya kaum Muslim harus bersatu dan menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib bangsa Palestina. Jangan hanya hanyut dalam euphoria Piala Dunia kemudian melupakan jerit tangis saudaranya di Palestina. Mungkin kita disini bisa tertawa bahagia dalam keadaan kenyang, namun boleh jadi mereka disana tengah merintih kelaparan dalam ketiadaan makanan. Pedulilah dan mulailah mendo’akan mereka, karena boleh jadi untaian do’a kita sangat berarti bagi mereka disana.

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian Singgalang Juni 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s