Krisis Moral: Masalah Utama Bangsa

Oleh: Tomi Wardana

Berbicara tentang moral sangat erat kaitannya dengan akhlak. Orang yang tidak bermoral selalu dikaitkan dengan orang yang akhlaknya bermasalah. Banyak yang tidak menyadari bahwa sesungguhnya yang menjadi persoalan utama bangsa kita – mungkin juga dunia- adalah krisis moral. Sederet kasus kriminal seperti pejabat korupsi, kasus pornografi, tawuran pelajar, dan sederet kasus kriminal lainnya bermula dan berawal dari moral para pelaku yang rusak dan bermasalah.

Kita sadari ataupun tidak, ternyata moral merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Bukan bermaksud untuk menomorsatukan moral, namun realitanya moral akan menjadi sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Apabila moral tidak lagi diindahkan, maka berbagai kekacauan dan permasalahan bangsa akan senantiasa muncul di masyarakat. Ketika moral telah diabaikan,  maka dapat dipastikan dikemudian hari akan muncul sederet tindak kriminal yang hanya akan meresahkan masyarakat. Maka persoalan moral harus menjadi hal yang diperhatikan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dapat dikatakan bahwa bangsa kita ini tengah dilanda krisis moral. Berbagai kasus yang berkaitan dengan krisis moral ataupun degradasi moral ini muncul saling beruntun ke tengah masyarakat. Diantaranya adalah kasus yang sedang hangat-hangatnya dan menggemparkan bangsa ini, yaitu skandal video porno artis ariel, luna maya, dan cut tari. Hal ini adalah bukti nyata bahwa bangsa kita tengah mengalami krisis moral. Artis yang notabene public figure nyatanya tidak lagi mengindahkan moral. Padahal betapa banyak anak manusia di negri ini yang mengidolakan mereka. Bukan tidak mungkin perilaku mereka ini juga ditiru oleh penggemarnya, atau setidaknya penggemar mereka terpengaruh dengan video porno yang mereka buat.

Agar masalah moral ini dikemudian hari tidak lagi berlarut-larut dan menjadi problematika bangsa kita, maka harus ada upaya serius untuk penanganan kriris moral dan etika yang tengah melanda bangsa ini. Harus ada pihak-pihak yang bertanggungjawab dan mau memperhatikan permasalahan ini. Setidaknya ada empat unsur yang harus bertanggung jawab dalam hal ini,  yakninya keluarga, masyarakat, ulama dan pemerintah.

Keluarga merupakan benteng utama dan pertama dalam hal penanganan masalah krisis moral ini. Walau bagaimanapun keluarga memberikan pengaruh yang sangat signifikan dalam hal pengajaran moral. Karena di sinilah madrasah pertama dan utama seorang anak. Mereka dididik oleh orang tuanya dan dibentuk seperti apa yang diinginkan orang tuanya. Kalau didikan orang tuanya baik, hampir dipastikan anak tersebut memiliki moralitas yang baik. Namun apabila keluarganya tidak bisa menanamkan nilai moral, maka tumbuhlah anak tersebut sebagai anak yang tidak bermoral.

Unsur kedua adalah masyarakat. Masyarakat sebagai lembaga tempat bersosialisasinya seseorang, memiliki peranan yang tak kalah penting dalam hal penanganan masalah moral ini. Masyarakat tidak boleh berlepas tangan dengan masalah krisis moral ini. Kebanyakan dari masyarakat kita saat ini, tidak lagi memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Nilai-nilai individualisme telah merasuk dalam kedalam diri mereka, sehingga tidak lagi memperhatikan keadaan sosialnya. Hal inilah kedepannya yang harus dibenahi, supaya masyarakat kembali menghidup-suburkan rasa simpati dan kepedulian terhadap sesama.

Ulama mempunyai peran dakwah dengan memberikan siraman rohani dan memperingatkan kepada umat agar kembali ke jalan yang benar. Ulama harus kembali merangkul masyarakat yang sudah terlalu dari ajaran-ajaran Islam. Masyarakat yang tidak lagi mempedulikan nilai-nilai agama ini pada akhirnya akan menjadi aktor dalam persoalan krisis moral ini. Maka ulama sebagai tokoh agama memiliki peranan yang tidak boleh dikesampingkan dalam penanganan masalah moral ini.

Unsur yang tak kalah pentingnya adalah pemerintah. Sudah waktunya pemerintah memberikan penegakkan hukum yang jelas dan tegas terhadap masalah tersebut. Hukum yang selama ini hanya tegak terhadap rakyat badarai, kedepannya harus ditegakkan untuk semua warga negara tanpa memandang status, pangkat atau jabatan. Istilah hukum hanya untuk orang miskin, harus dihapuskan dari otak para penegak hukum. Tentunya sebelum pemerintah menegakkan masalah moral ini dalam masyarakat, maka pemerintah harus terlebih dahulu membenahi aparatnya agar memiliki moral yang baik juga. Jangan sampai para aparat pemerintah yang malah bermasalah dengan moralnya. Aparat yang tidak memiliki moral yang baik, jangan segan untuk dicopot. Hal ini agar memiliki efek jera terhadap sang pelaku dan tentunya juga orang lain.

Mengingat betapa pentingnya peran moral dalam kehidupan kita, maka perlu ada upaya yang serius untuk membenahi dan menangani krisis moral yang sedang melanda bangsa kita ini. Unsur-unsur seperti keluarga, masyarakat, ulama dan pemerintah harus memberikan perhatian serius dalam hal ini. Mereka harus bersinergi untuk mengatasi masalah ini. Jangan menangani ini dengan setengah hati, karena upaya yang dilakukan setengah-setengah tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Kita berharap moral anak bangsa ini kedepannya tidak lagi mengalami krisis ataupun degradasi, karena sudah saatnya bagi bangsa ini menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita adalah bangsa yang bermoral, beradap dan beretika. Bukan waktunya lagi untuk direndahkan dan dipandang sebelah mata oleh bangsa lain. Sudah datang waktunya agar masalah moral tidak lagi menjadi masalah bangsa yang beradap seperti bangsa Indonesia.

Tulisan ini pernahdipublikasikan di Harian Singgalang Juli 2010

Iklan

2 comments on “Krisis Moral: Masalah Utama Bangsa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s