Pembantaian Sabra dan Shatila: Bukti Kekejian Bangsa Zionis Israel

Oleh: Tomi Wardana

Peringatan serangan gedung WTC dan Pentagon di Amerika Serikat yang terjadi pada 11 September 2001 lalu, selalu menjadi headline di berbangai media massa setiap bulan Septembernya. Tetapi hanya sedikit saja media massa yang mengekspos tentang bagaimana kekejian Pembantaian Sabra dan Shatila atau dikenal juga dengan pembantaian Chatila. Pembantaian ini terjadi di Beirut, Lebanon pada tanggal 16 September 1982 yang saat itu tengah diduduki Israel.

Sabra-Shatila adalah nama dua buah kamp pengungsian warga Palestina di wilayah Beirut Barat yang letaknya berhimpitan. Selain Sabra-Shatila, ada pula kamp pengungsi lain seperti Mar Elias, Bour el-Brajneh dan sebagainya. Seperti layaknya kamp-kamp pengungsian Palestina lainnya, kamp pengungsian Sabra-Shatila yang luasnya tidak begitu besar dihuni oleh ribuan warga Palestina. Mereka tinggal di dalam kamar-kamar sempit dan kumuh di mana fasilitas sanitasi dan kesehatan sangat tidak layak.

Kawasan Sabra dan Shatila menjadi saksi bisu akan kekejian pembantaian yang dilakukan oleh tentara zionis Israel yang dipimpin oleh Menhan Israel saat itu Ariel Sharon dan didukung oleh pasukan Kataib yang merupakan Pasukan Kristen Libanon. Pembantaian ini diperkirakan menewaskan lebih dari 3.000 warga Palestina dan kebanyakan korban adalah para perempuan dan anak kecil, bahkan bayi-bayipun menemui ajalnya dengan cara yang amat mengerikan.

Sepanjang peristiwa tersebut, kamp-kamp pengungsi dikepung tentara Israel dan milisi diturunkan untuk memburu anggota Organisasi Pembebasan Palestine (Palestine Liberation Organization atau PLO). Salah seorang saksi hidup pembantaian tersebut, Dokter Ang menuliskan pengalamannya dalam sebuah buku berjudul From Beirut to Jerussalem (Doktrin Perang Israel Dalam Tal Mud).  Dokter Ang memberikan kesaksian, “Tentara-tentara Israel dan sekutunya itu merangsek ke rumah-rumah dan gang-gang kecil sambil menembakkan senjata mereka dengan royal. Granat dan dinamit mereka lemparkan ke jendela-jendela rumah yang penuh berisi orang. Para perempuan banyak yang diperkosa sebelum dibunuh. Para bayi Palestina diremukkan tulang-tulang dan kepalanya sebelum dibunuh. Banyak anak-anak kecil dilempar ke dalam api yang menyala-nyala, yang lain tangan dan kakinya dipatahkan oleh popor senjata. Untuk pertama kalinya, aku menangis di sini.”

Pemerintah Israel menyangkal bertanggung jawab atas pembantaian Sabra dan Shatila ini dan menuduh pembantaian tersebut dilakukan oleh kelompok Christian Maronit, sedangkan tentara Israel pada saat itu hanya mengawasi kamp pengungsi. Namun sejumlah temuan  membuktikan bahwa orang-orang Israel, antara lain Ariel Sharon yang merupakan petinggi militer Israel, secara tidak langsung bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.

Kekejaman dan kebiadaban bangsa Zionis Yahudi agaknya memang sudah mahsyur di mata internasional. Jangankan manusia biasa, nabi pun oleh mereka dibunuh tanpa haq. Pembantaian Sabra dan Shatila adalah secuil perjalanan kebiadaban bangsa Yahudi terhadap saudara-saudara Muslim Palestina. Tragedi kemanusiaan ini merupakan sebuah (konspirasi) kejahatan manusia terhadap penduduk sipil Palestina yang menghuni kemah pengungsian sederhana dan kumuh di Libanon. Semua ini adalah salah satu dari sekian banyak kejadian yang membuktikan betapa keji dan kejamnya sebuah bangsa bernama Israel.

Ironisnya, PBB dan dunia internasional tidak sedikitpun mengecam tragedi besar ini. Media Barat pun banyak yang berupaya menutup-nutupi fakta yang sebenarnya terjadi. Padahal tragedi ini telah menelan korban nyawa yang sama jumlahnya dengan korban tewas pada peristiwa 11 September 2001. Mungkin disinilah agaknya kita perlu meluruskan opini yang terlanjur berkembang tentang siapa yang “the real terrorist” itu? Islam yang selalu dikait-kaitkan dengan aksi teroris, perlu kita sadari inilah bentuk perang pemikiran sebagai sebuah upaya konspirasi global untuk menghantam masyarakat Muslim di seluruh dunia.

Inilah sebuah nestapa manusia modern dengan serangkaian konspirasi kejahatan kemanusiaannya. Semoga hal ini tidak pernah terulang kembali, karena dosa kemanusiaan ini tak akan pernah terperikan besarnya pertanggungjawabannya di depan sejarah dan di depan Tuhan kelak.

Tulisan ini pernah dipublikasikan di harian Singgalang September 2010

Iklan

2 comments on “Pembantaian Sabra dan Shatila: Bukti Kekejian Bangsa Zionis Israel

  1. cuman bisa bilang Astaghfirullahualadzim,..

    info: blog nya sudah ditambahkan mas di sidebar Kang Abi Weblog, bisa dicek langsung,…
    terimakasih sudah berkenan berbagi… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s