Optimalisasi Pemberdayaan Pariwisata Sumbar

Oleh: Tomi Wardana

Sumatera Barat sebagai salah satu propinsi yang ditetapkan sebagai sepuluh daerah tujuan wisata di Indonesia, seharusnya sudah bisa menjadikan pariwisata sebagai sumber pemasukan daerah terbesarnya. Namun sepertinya pariwisata Sumbar masih belum siap untuk itu, meski sudah dikaruniai dengan kekayaan dan kearifan budaya lokal serta ditunjang dengan keindahan alamnya yang sulit dicarikan tandingannya.

Hampir semua jenis wisata lengkap tersedia di daerah ini. Mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata belanja, wisata kuliner, wisata olahraga, hingga wisata religius lengkap tersedia di provinsi ini. Namun menurut website resmi Republik Indonesia www.indonesia.go.id menyatakan bahwa potensi pariwisata di Sumatra Barat tidak sebesar potensi pariwisata di Bali atau Yogyakarta. Padahal potensi pariwisata sumbar rasanya tidak kalah dengan potensi wisata di daerah Bali dan Jogyakarta. Hanya saja potensi yang sedemikian beragamnya masih belum terberdayakan secara maksimal sehingga masih kalah dibandingkan dengan daerah Bali atau Jogyakarta.

Wisata alam di Sumbar memiliki daya tarik yang luar biasa. Sebut saja Ngarai Sianok di Bukit Tinggi, Danau Maninjau, Danau Kembar, Danau Singkarak, air terjun di Lembah Anai, Ambun Pagi, pantai Carolina, pantai Bungus, pantai Padang, pantai Air Manis,  Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Taman Hutan Raya Bung Hatta, Gunung Merapi, Gunung Singgalang merupakan beberapa pariwisata alam yang sangat mengagumkan yang kita miliki.

Belum lagi wisata budaya seperti pesta Tabuik di Pariaman, Kesenian Randai, Tari Piriang, Saluang, Rabab, Salawat dulang dan lain-lain juga merupakan wisata yang akan menarik pariwisata untuk berkunjung ke daerah ini. Ditambah dengan wisata sejarah yang dapat kita jumpai di daerah ini, antara lain Museum Adityawarman, Istano Silinduang Bulan, Mesjid Raya Bayua Maninjau, Benteng Ford De Kock, Lobang Jepang, Istana Pagaruyung serta masih banyak lagi.

Wisata belanja pun kita punya, diantaranya adalah Pasar Banto, Aua Kuniang, Pasar Bawah di Bukittinggi, dan juga beberapa pasar modern yang terdapat di Kota Padang. Selain itu wisata olahraga di daerah ini sudah pula mendunia, diantaranya adalah berselancar di Kepulauan Mentawai, Arum Jeram di Batang Kuantan, Paralayang di puncak putaran angin, serta lomba perahu naga di kota Padang. Wisata kuliner yang terkenal diantaranya adalah masakan rendang, nasi kapau, karipik sanjai, sate pariman, dan cemilan pensi.

Sedemikian lengkapnya jenis pariwisata yang dimiliki Sumbar, rasanya bukan hal yang mustahil untuk menjadikan pariwisata sebagai hal yang paling menjanjikan bagi daerah ini. Hanya perlu pembenahan infrastruktur serta dukungan dari pemerintah daerah untuk serius mengembangkan pariwisata Sumbar. Selain itu juga perlu ditunjang dengan kerjasama yang baik antara pemda dan masyarakat untuk mensukseskan program pemberdayaan wisata ini.

Pemda perlu memperbaiki dan menambah berbagai infrastruktur untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke daerah ini. Jalan menuju tempat pariwisata sebaiknya diperbaiki, kebersihan dan keamanan tempat wisata harus betul-betul dijaga, selain itu alangkah lebih baiknya apabila juga disediakan berbagai fasilitas yang memudahkan wisatawan asing dengan menyediakan tourguide yang profesional.

Masyarakat pun juga harus siap dengan tamu yang datang dari luar. Hal ini terkait dengan kesiapan mental dan sikap. Kesiapan mental ini diantaranya masyarakat sumbar harus memiliki mental yang kuat agar mampu menyaring pengaruh budaya luar yang datang melalui para wisatawan, sehingga tidak merubah tatanan sosial budaya yang ada selama ini. Kemudian sebagai masyarakat yang tinggal di daerah tujuan wisata juga harus memiliki sikap ramah dan welcome sehingga pendatang bisa merasa nyaman dengan semua itu.

Berbagai keunggulan lain juga kita miliki, seperti perantau yang tersebar tidak hanya di nusantara tapi juga di berbagai belahan dunia. Ini bisa diberdayakan sebagai media promosi kita. Belum lagi tokoh-tokoh nasional yang dilahirkan di Sumbar juga bisa menjadi penarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Sebut Saja Buya Hamka, Bung Hatta, Sutan Syahrir, M. Natsir, Imam Bonjol, Tan Malaka serta tokoh-tokoh ternama lainnya yang pernah mengguncang nusantara bahkan dunia dengan aksi dan pemikirannya juga akan menjadi daya tarik tersendiri.

Sekali lagi, hanya butuh keseriusan dari pemerintah daerah dan kesiapan dari masyarakat untuk bisa memajukan pariwisata daerah ini. Serius untuk membenahi berbagai hal yang masih kurang, serta sinergisitas antara pemda dan masyarakat akan mampu menggairahkan dunia pariwisata Sumbar. Bahkan sangat memungkinkan jika pariwisata daerah sumbar mampu mengalahkan pariwisata Bali dan Jogyakarta.

Tulisan ini pernah dimuat harian Singgalang Januari 2011

Optimalisasi Pemberdayaan Pariwisata Sumbar
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s